Mengaplikasikan Milton Model Dalam Coaching


“There are no unresourcefull peope only unresourcefull state”.
The presupposition of NLP

Milton Hyland Erickson lahir 5 December 1901 di Aurum, Nevada dan meninggal 25 March 1980 di Phoenix, Arizona. Erickson adalah seorang psikiater Amerika di bidang hipnosis medis dan terapi keluarga. Ia juga pendiri dan presiden American Society for Clinical Hypnosis, anggota American Psychiatric Association, American Psychological Association, dan  American Psychopathological Association.

Sebelum Erickson, tidak banyak therapist yang memperhatikan pikiran bawah sadar (subconscious mind) sebagai sumber solusi terhadap berbagai permasalahan pasien. Di samping itu pengaruh Erickson terhadap perkembangan brief therapystrategic family therapy, family systems therapy, solution focused brief therapy, dan Neuro-Linguistic Programming (NLP) sangat besar.

Praktisi dan pengembang NLP terus mengikuti cara-cara Erickson dalam memanfaatkan pengalaman pasien/klien. Misalnya pengalaman seseorang mengantri di bank, beli tiket kereta api dan sebagainya dapat di-copy paste untuk mengendalikan metabolisme tubuh yang sepenuhnya dikendalikan subconcious mind. Keunikan Erickson menghipnotis pasien tanpa “menidurkan” juga merupakan kreativitasnya memanfaatkan unconscious mind klien. Jika ditanya seberapa dalam klien perlu masuk ke dalam trance, Erickson selalu menjawab secukupnya saja. Selebihnya ia menyamakan dan mengarahkan kliennya masuk ke dalam trance dengan kadar yang tepat. Tentu saja ia sendiri juga dalam keadaan trance.

Erickson selalu menggunakan kalimat tidak langsung, permisif, akomodir terhadap pasien-pasiennya. Alih-alih menggunakan kalimat perintah seperti umumnya hipnosis klasik, ia menggunakan kalimat anjuran. Sebagai contoh yang pertama akan mengiduksi dengan kalimat: “Anda akan masuk ke dalam trance!”, Erickson akan berkata: “Anda dapat belajar bagaimana caranya masuk ke dalam trance.”

Dengan indirect techniques klien tidak merasa dipaksa, sebaliknya merasa memegang kendali melakukan sesuai keinginannya dan mendapatkan manfaat dari sesi terapi tersebut. Sugesti-sugesti untuk mencapai perubahan selanjutnya dilakukan sebagaimana percakapan biasa. Oleh sebab itu teknik Erickson—Ericksonian—ini juga dikenal sebagai covert atau conversational hypnosis.

Salah-satu teknik yang lebih tepat disebut model dalam NLP adalah Milton Model sebagai hasil momodel karya-karya dan cara-cara Erickson membantu pasien-pasiennya. Modeling itu dilakukan oleh kedua pencipta NLP Richard Bandler dan John Grinder  dalam kurun waktu 10 bulan. Model ini sebenarnya merupakan pola-pola neuro-linguistic Erickson. Kolaborasi jenius-jenius ini menjadikan Milton Model mudah dan efektif.

Bagian berikut dari tulisan ini merupakan contoh penggunaannya untuk membantu klien yang merasa berada dalam kondisi terjebak. Klien ingin melakukan sesuatu untuk mencapai hasil maksimal—high performs—dan tahu bahwa hal itu baik bahkan perlu sekali. Namun di sisi lain rasa takut menghadapi kegagalan menahan klien.

Dari mana munculnya rasa takut tersebut? Dari pengalaman coaching saya belajar bahwa ketakutan muncul karena tidak mampu melihat—memvisi—jauh ke masa depan. Sebenarnya bukan tidak mampu, namun banyak orang tidak berusaha sungguh-sungguh melakukannya. Sebab dengan sedikit imajinasi kita semua bisa melihat masa depan kita.

Kedua disebabkan kegagalan di masa lampau. Lebih janggal lagi kadang-kadang pengalaman gagal yang menghambat tersebut tidak dialami secara langsung, melainkan dialami oleh orang lain yang dianggap signifikan. Mereka sadar bahwa kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda, tetapi “pengetahuan” tersebut tidak memotivasi, sebab rasa takut bertindak masih menghantui.

Dalam sesi coaching kita dapat membantu orang-orang yang takut bertindak seperti ini dengan teknik neuro-linguistic Milton Model. Klien perlu merasa rileks supaya lebih mudah berkomunikasi dengan level subconscious-nya. Bagaimana dengan Anda? Jika Anda merasa bahwa satu atau dua kali merasa takut bertindak, bacalah alinia-alinia berikut ini dan bayangkan seolah-olah Anda mendengar orang lain sedang berkata-kata kepada Anda. Selebihnya rileks saja…

Saya sadar sepenuhnya, terkadang apa yang terjadi dalam kehidupan kita tidak persis seperti apa yang kita harapkan. Namun, janganlah lantas berpendapat bahwa Anda tidak memiliki pilihan untuk mengubah hasil akhir…ya, outcome…yang Anda inginkan. Sesungguhnya hidup ini penuh pilihan. Anda dapat berpendapat hidup Anda tidak punya pilihan sama seperti Anda merasa belum menentukan pilihan, tidak ada bedanya.

Memenjarakan diri dengan menciptakan batas-batas di sekeliling ruang gerak Anda sama sulitnya dengan membebaskan diri. Atau sama mudahnya, yang mana saja. Anda telah menancapkan jeruji-jeruji pada pikiran Anda. Segeralah tentukan berapa lama lagi Anda ingin terbebas dari batas-batas ciptaan Anda sendiri. Dan Anda tahu, bahwa hanya Anda sendiri yang dapat menghancurkan tembok penjara pikiran dengan menciptakan pilihan-pilihan.

Saya paham sekali, setiap orang di suatu waktu merasa tidak termotivasi untuk bertindak, dan ini tidak berarti Anda harus datang kepada seorang motivator seperti saya untuk mendapatkan motivasi. Saya hanya dapat memotivasi Anda jika Anda siap dan mengijinkan diri untuk dimotivasi. Dan itu berarti Anda menemukan alasan untuk sukses! Itu berarti Anda menciptakan pilihan-pilihan. Anda telah sukses, lulus dalam berbagai ujian, ujian ini dan ujian itu dan semuanya adalah ujian yang pada hakekatnya sama saja. Apa bedanya jika sekarang Anda mencoba seperti ketika Anda pertama kali mencoba berdiri dan berjalan?

Seperti pertama kali Anda mencoba menyeberangi jalan tanpa dibimbing orang dewasa? Seperti pertama kali Anda belajar naik sepeda? Seperti pertama kali Anda belajar menyetir mobil? Semua sama saja. Mungkin saja Anda gagal satu atau dua kali dan setiap kali Anda belajar dan membuat Anda semakin kuat dan yakin pada kemampuan diri. Seekor burung yang saya saksikan terbang meninggalkan pohon di mana dia hinggap, tampaknya tak pernah meragukan dirinya bahwa dia dapat berhasil mencapai pohon berikutnya.

Baiklah, Anda sudah berkali-kali mencoba, tapi Anda tidak pernah yakin apakah yang Anda lakukan itu benar atau salah? NLP memiliki metode untuk mendeteksi hal ini, metode ini disebut future pacing. Anda bisa mendapatkan feedback kemajuan-kemajuan yang Anda capai. Tapi Anda harus percaya diri. Kalau Anda tidak percaya pada diri Anda sendiri, siapa yang akan percaya kepada Anda? Anda tidak bisa berdiri dengan fisiologi loyo seperti itu di hadapan orang dan meminta ia percaya kepada Anda, bukan?

Anda tidak mungkin mencapai tujuan bilamana Anda menjalankan mobil sambil menarik rem tangan. Anda tidak bisa menuntaskan suatu pekerjaan lalu meragukan diri, ini benar atau salah? Padahal Anda telah menuntaskannya dengan baik. Anda tidak bisa membuat rencana dan takut bertindak sebab Anda tidak yakin pada diri sendiri, pada perhitungan Anda. Anda tidak mungkin tidak mengalami celaka jika menjalankan kendaraan dengan melihat kaca spion, menoleh ke samping dan tidak memperhatikan keadaan di  muka Anda.

Barangkali Anda mendengar suara-suara dalam kepala Anda, suara yang mencela, mengkritik dan melemahkan? Baik, saya bisa membantu Anda menyingkirkan suara-suara tersebut dan menginstal suara-suara yang memberi Anda feedback, mengijinkan Anda melakukan kesalahan demi suatu pembelajaran, dan mensupport Anda, tapi percayalah pada diri Anda! Seorang NLP practitioner seperti saya pernah mendengar teman lainnya yang mengutip penemu NLP yang mengajarkan kepada murid-muridnya apa yang mereka sebut the presupposition of NLP, “there are no unresourcefull peope only unresourcefull state”. Jadi Anda bisa, bisa begitu saja, Anda bisa, bukan? (ejk/2012)

Tags: , , , ,

Leave a Reply